Candi Sojiwan: Jejak Kebijaksanaan dan Harmoni di Jantung Prambanan
Terletak tidak jauh dari kemegahan Candi Prambanan, tepatnya di Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, berdiri sebuah monumen anggun yang menyimpan pesan moral mendalam: Candi Sojiwan. Sebagai salah satu candi Buddha terbesar di kawasan tersebut, Sojiwan bukan sekadar tumpukan batu purbakala, melainkan saksi bisu kejayaan arsitektur dan keharmonisan beragama pada masa Mataram Kuno.

Pesona Arsitektur yang Megah
Candi Sojiwan memiliki struktur yang unik dengan tinggi mencapai 27 meter. Ciri khas utama yang menegaskan identitasnya sebagai tempat ibadah umat Buddha adalah bagian atapnya yang berbentuk stupa bertingkat. Tubuh candi yang ramping namun kokoh memberikan kesan elegan, berdiri tegak di tengah taman hijau yang tertata rapi, menciptakan suasana tenang bagi siapa saja yang mengunjunginya.
Relief Fabel: Perpustakaan Moral di Kaki Candi
Apa yang membuat Candi Sojiwan berbeda dari candi lainnya? Jawabannya terletak pada relief fabel (Jataka) yang terpahat di kaki candi. Jika biasanya relief candi menceritakan kisah dewa-dewi atau raja, Sojiwan justru menghadirkan kisah-kisah hewan yang penuh makna edukasi, seperti:
-
Kisah Kera dan Buaya.
-
Perkelahian Gajah dan Burung Pipit.
-
Lomba Lari Kancil dan Siput.
Setiap pahatan ini membawa pesan moral tentang kebajikan, kecerdikan, dan keadilan, yang menjadikannya media pembelajaran bagi masyarakat di masa lalu—dan tetap relevan hingga hari ini.
Simbol Toleransi dan Sejarah
Dibangun sekitar abad ke-9 (antara tahun 842–850 M), Candi Sojiwan diyakini dipersembahkan untuk Nini Haji Rakryan Sanjiwana atau Pramodawardhani. Kehadirannya yang berdampingan dengan Candi Prambanan (Hindu) merupakan bukti nyata bahwa toleransi beragama telah menjadi akar budaya masyarakat Nusantara sejak ribuan tahun lalu.
Mengapa Mengunjungi Candi Sojiwan?
Bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan ingin menghindari keramaian, Candi Sojiwan adalah destinasi yang sempurna. Selain nilai sejarahnya yang tinggi, lokasi ini menawarkan:
-
Spot Foto Estetik: Perpaduan arsitektur batu abu-abu dengan latar belakang langit biru dan taman yang asri.
-
Wisata Edukasi: Mengenal kisah-kisah Jataka yang menarik bagi anak-anak maupun dewasa.
-
Akses Mudah: Terletak sangat dekat dengan pusat Kecamatan Prambanan dan stasiun kereta api.

What's Your Reaction?





