Menatap Merapi dari Puncak Perbukitan Desa Pereng
Terletak di lereng perbukitan Seribu yang membentang di sisi selatan Kecamatan Prambanan, Desa Pereng menawarkan wajah yang berbeda dari wilayah Klaten pada umumnya. Jika Prambanan dikenal dengan kemegahan candi-candinya di dataran rendah, Desa Pereng hadir sebagai "teras pandang" yang menyuguhkan panorama alam yang memanjakan mata dan ketenangan khas pedesaan.
Panorama Alam: Menatap Merapi dari Ketinggian
Salah satu daya tarik utama Desa Pereng adalah topografinya yang berbukit. Dari beberapa titik tertinggi di desa ini, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan spektakuler berupa hamparan sawah hijau yang luas, siluet megah Candi Prambanan di kejauhan, hingga gagahnya Gunung Merapi di sisi utara.
Lokasinya yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Sleman, DIY, menjadikan Desa Pereng sebagai jalur alternatif yang strategis sekaligus favorit bagi para pesepeda (cyclist) yang menyukai tantangan rute menanjak dengan bonus udara yang segar.

Potensi Pertanian dan Ekonomi Kreatif
Masyarakat Desa Pereng dikenal sebagai masyarakat yang agraris dan kreatif. Selain sektor pertanian lahan kering yang menjadi tulang punggung ekonomi, desa ini juga memiliki potensi dalam pengembangan UMKM lokal.
-
Pertanian: Hasil bumi seperti jagung, ketela, dan kacang-kacangan menjadi komoditas utama.
-
Kerajinan & Kuliner: Terdapat potensi industri rumah tangga yang mengolah hasil alam menjadi produk bernilai jual, yang terus dikembangkan untuk mendukung ekonomi keluarga.
Jejak Sejarah dan Kedekatan dengan Situs Budaya
Meskipun pemukiman warga berada di area perbukitan, Desa Pereng merupakan bagian dari kawasan cagar budaya Prambanan yang kaya akan sejarah. Kedekatannya dengan situs-situs bersejarah seperti Candi Miri dan beberapa fragmen batuan purba di sekitar perbukitan menjadikannya wilayah yang penting dalam menjaga kelestarian warisan leluhur Mataram Kuno

Cita Rasa Autentik: Kesegaran Soto di Lereng Perbukitan
Belum lengkap rasanya mengunjungi Desa Pereng tanpa mencicipi semangkuk Soto hangat yang menjadi primadona kuliner lokal. Di sepanjang jalan desa maupun di sudut-sudut strategis yang menghadap ke area persawahan, warung-warung soto lokal siap menyambut Anda dengan kelezatan yang khas.
Apa yang membuat Soto di kawasan ini istimewa?
-
Kuah Bening yang Segar: Berbeda dengan soto bersantan, soto di sini umumnya memiliki kuah bening yang kaya akan rempah namun tetap terasa ringan di lidah. Sangat pas dinikmati di tengah udara perbukitan yang sejuk.
-
Pendamping yang Beragam: Pengalaman makan soto semakin lengkap dengan berbagai pilihan lawuhan (lauk pendamping) khas pedesaan, mulai dari tempe goreng garing, sate paru, sate telur puyuh, hingga kerupuk karak yang renyah.
-
Suasana "Ndeso" yang Khas: Menikmati soto di Desa Pereng bukan hanya soal rasa, tapi juga suasana. Banyak warung yang menawarkan pemandangan langsung ke hamparan sawah atau perbukitan, memberikan sensasi sarapan yang menenangkan jiwa.
Bagi para pesepeda yang melintasi jalur menanjak Pereng, semangkuk soto sering kali menjadi "hadiah" yang paling dinanti setelah menaklukkan rute perbukitan. Kesegaran kuahnya seolah menjadi pengisi energi alami untuk melanjutkan perjalanan.
What's Your Reaction?





